Tampilkan postingan dengan label Puisi Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Alam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Agustus 2013

DELAPAN PUISI TENTANG EMBUN

EMBUN 1

embun
Hanya ku temukan embun pagi
Saat ku buka jendela ini
Yang menempel sendiri
Menggantung pada selembar daun
Entah kuat berapa lama
Tangan ini memegang ujung daun ini
Entah berapa kali lagi
Tiupan bayu melepaskan genggamannya
Kemudian jatuh bumi kering tandus
Terhisap habis tanah rakus
Atau berapa lama dia tahan
Dihisap panas terik surya
Menguapkannya lenyap tak bersisa.

EMBUN 2
Aku sudah menjalani laku tapa ribuan tahun
Hanya ingin bisa terbang laksana camar
Ingin ku jumpai daunku
Yang lalu menjelma mimpi dalam tiap malamku
Menumbuhkan rindu
Menjelma merapi membakar hati
Menimbulkan cinta
Menjelma gempa getar semua

EMBUN 3

Aku sudah bertanya pada tiap biduk yang ku jumpa
Aku teriaki burung yang melintas diatasku
Aku tanya semua pantai, teluk, karang dan ikan
Aku bujuki terumbu supaya mereka cerita tentang daunku
Semua menjawab:
Bertanyalah pada matahari
Dia akan meleburmu
Dan dia akan meminta pada angin
Untuk menghantarmu ke daun tercintamu
Semoga kau selamat sampai disana
Semoga kau diterima sebagai sang pecinta

EMBUN 4
Aku sudah berubah jadi kabut semalam
Sekarang akan ku telusuri rimba ini
Akan ku cari daun jelita dalam mimpiku
Kubawa kado diriku
Untuk ku persembahkan padanya utuh
Akulah sang pecinta tanpa pamrih apa-apa
Semoga bisa diterima
EMBUN 5
Akhirnya kutemukan juga daunku
Setelah hampir putus asa
Tersaruk-saruk desak pohon
Tersaruk-saruk tampar ranting
Menyibak ilalang dan belukar
Akhirnya ku temukan juga dia
Aku pegang tanpa mau terlepas
Aku dekap dengan segenap kehangatan tersisa
Meski sepertinya dia peduli hampa

EMBUN 6
Sudah ribuan kali dia memohon pada sang daun
Hisaplah aku, telan saja mentah-mentah
Karena aku lebih mencintaimu
Daripada tanah yang serakah
Atau matahari yang merah

EMBUN 7
Ini upaya terakhirku agar berguna untukmu
Sudah ku rayu semua teman kabutku
Untuk bersatu menjadi air
Agar berguna untukmu
Rupanya mereka lebih memilih menjadi kabut
Hingga bisa melayang
Memang aku bukan perayu
Aku tak mampu menjadi perayu
Hanya sunggingan yang selalu kudapat
Jika ku utarakan maksudku pada teman kabutku
Aku ingin mempersembahkan diriku untukmu daunku
Aku ingin memiliki arti untukmu cintaku
Meskipun hanya setetes
Jangan kau siakan pengorbananku

EMBUN 8
Aku tak kuasa mendengar
Ratapan embun pada daunnya
Seketika kututup lagi jendela
Dan kutemukan diriku
Menjelma uap air yang menempel dikacanya
===888====
Yogyakarta, 23 November 2008


Sabtu, 27 Juli 2013

Engkau Maha Besar

Ketika Aku dilereng Gunung
Aku lebih sadar bahwa  Engkau Maha Besar
Begitu Besar dari semua ciptaan Mu

Sungguh, Gunung - Gunung itu berbaris
bersaf diantara lereng berbahu yang
bersorbankan kabut dingin
bertasbih semua semesta seakan tak henti..
Melantunkan ayat - ayat kebesaran Mu

Lereng Burni   16 Juli 2013
oleh:ku

Sabtu, 20 Juli 2013

Sajadah Rindu

Ada malam membentangkan sajadah
dikaki burni telong
Angin kian semangat
membawa hawa dingin
menyusuri semua lereng burni

Dingin menusuk tulang
menghantui jiwa para relawan
usai gempa beberapa hari lalu
dingin itu menerawang
seakan mencari mangsa

Wahai pemilik semesta
lindungilah semua jiwa disini
berikan kesempatan kami
agar sajadah terus terbentang
di lereng - lereng burni

Demi Cinta Kami untuk Mu

( Lereng Burni telong, 15 juli 2013 dini hari)



Minggu, 07 Juli 2013

Alam Rimba

....Dirimba..
Semua sepi
Jauh dari hingar bingar kota
jauh dari peradaban manusia yang hilang moral

....Dirimba..
Hanya ada suara cinta
saling berbagi antara penduduk belantara
di sini tidak ada tuan
tidak ada perselisihan
semua penghuni bersuara riang
tak terhalang oleh malam

 ...Dirimba..
denyutnya selalu bergetar
membawaku ke alam cinta
cinta yang sebenar cinta
syukurku untuk MU dalam sujud dan baring
sambil menunggu pagi
oleh: LS

Aceh, Langsa 29 Juni 2013

Arsip Blog

Somalia (1)

anak somalia sedang antri/ REUTERS Somalia.. jeritanmu telah lenyap oleh tandus dan gersang jiwa pengkhia...

Pages