Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2015

PURNAMA TANPA AKHIR CERITA

ilustrasi/kompasiana

Oleh Astrie Linda

Kuceritakan lagi tentang purnama..
Suatu hari..
Pernah kubayangkan perihnya melihat purnama tersenyum dan pergi menuju arah yang berlawanan
Tepat!
Dipermulaan bulan Dzulhijah
Purnama akan segera pergi
Dan kotak hitam yang mengapung itu akan terseret ombak kehidupan
Hingga ia hilang tanpa arah yang pasti
Tidak ada akhir cerita..

Terima kasih kuucap untuk yang kesekian kali
Atas kesetiaanmu menemani menghiasi mimpi
Sampai aku terbangun kembali dan menyadari
Bahwa banyak nikmat Tuhan patut disyukuri

Kuingatkan padamu, simpan rapat rahasia yang pernah kubisikkan dimalam itu..
Malam indah yang sinarmu begitu sempurna
Cerita kita tidak akan pernah berakhir, Purnama
Karena Purnama akan selalu ada pada setiap waktunya.


sumber: lokerpuisi

Jumat, 23 Januari 2015

Rindu yang Gerimis

ilustrasi/blogspot.com
Ya Allah yang kucinta…
.
Aku paham
Doa adalah bentuk rindu paling diam
Terus merindu meski airmata turun perlahan
Terus merindu meski hasrat sulit diredam
.
Ya Allah yang kucinta…
.
Inikah yang disebut rindu paling puitis?
Menghadirkan Engkau di antara doa-doa yang terlantun romantis?
Dzikir terasa manis
Dan kedua mata kian gerimis..
.
Ya Allah yang kucinta…
.
Bolehkah aku bertanya?
Siapa yang sedang menyebutku dalam doa?
Hingga ia kuat terjaga di sepertiga malam dan bermunajad penuh air mata
Yang membuat ia semakin dekat dengan Engkau dan Engkau pun mencintainya
.
Maka, Ya Allah yang kucinta…
Cintakanlah aku padanya…
.
Jagalah kemurnian hati ini
Jagalah kemurnian niat ini
Sebab niat yang mulia adalah hakikat cinta
Sebab tiada lain selain ridha-Mu yang kupinta, bersama ia—menuju jannah

Pondokan Ikhlas, 10 November 2014

Salam hangat dan semangat dari DP Anggi
sumber:kompasiana.com

Sabtu, 13 September 2014

Dandelion



Dandelion adalah bagian dari Taraxacum, sebuah genus besar dalam keluarga Asteraceae. Nama Randa Tapak sendiri biasa digunakan untuk merujuk kepada sebuah tumbuhan yang memiliki "bunga" yang memiliki "bunga-bunga" kecil yang terbang ditiup angin. Asal asli dari tumbuhan ini adalah Eropa dan Asia, namun sudah menyebar ke segala tempat. Yang disebut sebagai bunga dari tumbuhan ini menjadi semacam jam hayati yang secara teratur melepaskan banyak bijinya. Biji-biji ini sesungguhnya adalah buahnya.


 
 

Bunga dandelion biasanya mekar pada musim semi (spring). Penyebaran bunga ini biasanya dibantu oleh angin ataupun tiupan atau nafas dari manusia sehingga biji bunga dandelion yang halus langsung meninggalkan induknya untuk terbang lepas mengikuti langkah angin membawanya . Dan kemudian tumbuh kembali menjadi bunga dandelion yang baru, sungguh indah…..
The blew Dandelion
Dandelion, atau yana di Indonesia sering disebut bunga Rumput, masuk ke dalam famili Asteraceae. Ternyata masih mempunyai hubungan famili dengan bunga Aster, Daisy, dan bunga Matahari.
http://childrengarden.files.wordpress.com/2009/12/dandelioncomparison.png
Bunga ini berwarna kuning, karena biasanya kita menganggap kalau yang putih itulah bunga Dandelion. Akan tetapi, ternyata itu adalah benih bunganya, atau yang biasa disebut “Parachute Ball”.
Tanaman Dandelion tidak bercabang. Jadi, dalam satu batang hanya ada satu bunga. Kesalahan yang sering terjadi adalah, ketika kita menemukan bunga yang mirip seperti ini di tepi jalan, lantas kita menyebutnya bunga Dandelion hanya karena benihnya berterbangan setelah kita tiup. Belum tentu itu benar, pastikan dulu batangnya bercabang atau tidak. Jika tidak, itulah bunga Dandelion…..
 
 




source : blog nira

Selasa, 09 September 2014

Rindu


Kamu tau..Aku Mencintaimu…
Kerinduan membuatku selalu memikirkanmu…
.
Baik-baik sajakah  kau disana…?
Aku berdoa kepada Rabb pemilik diriku dan dirimu…
Semoga Allah senantiasa melindungimu dan menjagamu…
.
Karena sungguh hanya IA yang bisa…
.
Aku tidak bisa selalu berada disisimu..
Tapi Allah bisa…
.
IA selalu bersamamu…
Dan bersamaku…
.
Meski aku dan kamu…tidak bisa selalu bersama…
.
I Love You…
~*Afra Afifah*~
sumber: blog afraafifah

Kamis, 01 Agustus 2013

DELAPAN PUISI TENTANG EMBUN

EMBUN 1

embun
Hanya ku temukan embun pagi
Saat ku buka jendela ini
Yang menempel sendiri
Menggantung pada selembar daun
Entah kuat berapa lama
Tangan ini memegang ujung daun ini
Entah berapa kali lagi
Tiupan bayu melepaskan genggamannya
Kemudian jatuh bumi kering tandus
Terhisap habis tanah rakus
Atau berapa lama dia tahan
Dihisap panas terik surya
Menguapkannya lenyap tak bersisa.

EMBUN 2
Aku sudah menjalani laku tapa ribuan tahun
Hanya ingin bisa terbang laksana camar
Ingin ku jumpai daunku
Yang lalu menjelma mimpi dalam tiap malamku
Menumbuhkan rindu
Menjelma merapi membakar hati
Menimbulkan cinta
Menjelma gempa getar semua

EMBUN 3

Aku sudah bertanya pada tiap biduk yang ku jumpa
Aku teriaki burung yang melintas diatasku
Aku tanya semua pantai, teluk, karang dan ikan
Aku bujuki terumbu supaya mereka cerita tentang daunku
Semua menjawab:
Bertanyalah pada matahari
Dia akan meleburmu
Dan dia akan meminta pada angin
Untuk menghantarmu ke daun tercintamu
Semoga kau selamat sampai disana
Semoga kau diterima sebagai sang pecinta

EMBUN 4
Aku sudah berubah jadi kabut semalam
Sekarang akan ku telusuri rimba ini
Akan ku cari daun jelita dalam mimpiku
Kubawa kado diriku
Untuk ku persembahkan padanya utuh
Akulah sang pecinta tanpa pamrih apa-apa
Semoga bisa diterima
EMBUN 5
Akhirnya kutemukan juga daunku
Setelah hampir putus asa
Tersaruk-saruk desak pohon
Tersaruk-saruk tampar ranting
Menyibak ilalang dan belukar
Akhirnya ku temukan juga dia
Aku pegang tanpa mau terlepas
Aku dekap dengan segenap kehangatan tersisa
Meski sepertinya dia peduli hampa

EMBUN 6
Sudah ribuan kali dia memohon pada sang daun
Hisaplah aku, telan saja mentah-mentah
Karena aku lebih mencintaimu
Daripada tanah yang serakah
Atau matahari yang merah

EMBUN 7
Ini upaya terakhirku agar berguna untukmu
Sudah ku rayu semua teman kabutku
Untuk bersatu menjadi air
Agar berguna untukmu
Rupanya mereka lebih memilih menjadi kabut
Hingga bisa melayang
Memang aku bukan perayu
Aku tak mampu menjadi perayu
Hanya sunggingan yang selalu kudapat
Jika ku utarakan maksudku pada teman kabutku
Aku ingin mempersembahkan diriku untukmu daunku
Aku ingin memiliki arti untukmu cintaku
Meskipun hanya setetes
Jangan kau siakan pengorbananku

EMBUN 8
Aku tak kuasa mendengar
Ratapan embun pada daunnya
Seketika kututup lagi jendela
Dan kutemukan diriku
Menjelma uap air yang menempel dikacanya
===888====
Yogyakarta, 23 November 2008


Arsip Blog

Somalia (1)

anak somalia sedang antri/ REUTERS Somalia.. jeritanmu telah lenyap oleh tandus dan gersang jiwa pengkhia...

Pages