Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Mei 2017

Somalia (1)

anak somalia sedang antri/REUTERS













Somalia..
jeritanmu telah lenyap
oleh tandus dan gersang jiwa pengkhianat
negerimu yang indah dihempas oleh bedebah
negerimu yang kaya di rampas oleh penista

Somalia..
Air matamu telah tiada
telah kering oleh dusta
darahmupun mulai mengering
bersama tulang yang terbaring

Somalia..
tanahmu ditanduskan
oleh perang yang dipalsukan
anak - anakmu dilaparkan
tanah - tanahmu digersangkan
paradabanmu diporandakan
jiwamu dikerdilkan
sehingga engkau jatuh terbaring
dalam ranting yang mengering

somalia..
bersabarlah
saat indah akan tiba

(22/5/2017) zul acut


Selasa, 24 November 2015

Untuk mu sepi

ilustrasi(blogspot)
Saat kita bertemu disebuah bus kecil kala itu
Yang penumpangnya hanya engkau dan aku
Di penghujung sunyi dimana malam hendak bermimpi
Engkau rangkai berjuta diam

Bersama sepimu yg teduh
Walau engkau hanya sekedar sepi
tapi sunyi mu berserakan
 menghujam kedalam hati

Riuhmu melingkar membuat tiang - tiang
malam bercerita pada angin

Saat satu persatu sepi turun
Sebelum bus itu memasuki kota
 Kini tinggal sendiri aku terdiam
Pada keramaian yg sepi

Sambil menanti pagi

Zul acut

24  November 2015

Selasa, 15 September 2015

Relawan

blogspot
adalah pahlawan sepi dalam hati
pahlawan tanpa nama 
pagi buta harus menyusuri lembah - lembah bahaya
pagi buta membawa tenda menyusuri rimba
saat gunung meletus
saat banjir melanda
atau pada saat perang saudara menyelimuti bangsa

Relawan..
Pahlawan sepi dalam hati
pahlawan yang dikenang hanya sekedar
sedar lalu mati tanpa di kenang lagi..

--Zul Acut--
 #relawan #relawankemanusian #kemanusiaan

Kamis, 26 Maret 2015

Harmoni Cinta Patungkan Rasaku












sayang…
tertata kata untukmu yang jauh
izinkan aku mencintaimu lewat semilir angin
lewat jagad raya yang hanya terpaku beku
lewat burung-burung yang mentertawakan ku ketika ku terisak pilu

sayang…
masih tidakkah kau mengerti perasaan ini
sesak rindu yang tertahan hingga hatiku erosi
tentang dirimu yang selalu terngiang saat hembusan udara menghampiri

sayang…
dikala malam sebelum tidurku aku selalu mendoakanmu
dikala fajar menyingsing ku panjatkan doa untuk mengiringi langkahmu
dikala matahari terbit dengan gagahnya
harapan-harapan ku tentang mu tak kala sirna

sayang…
rinduku kini telah menjadi empedu dihati
rintihku ketika mengingatmu berubah menjadi desah yang hampir mati
tidakkah kau rasakan sungguh asa diriku akan terhenti

sayang…
biarkan aku melihat bayangmu lewat awan putih
lelahku selalu seperti mengejar bayangan bulan di malam hari
realita hidup antara kita terlalu contras teramati

sayang….
seringkali aku menyangkal perasaan ini
seringkali aku menangis karena bodohnya hatiku yang mencintai
seringkali pikiranku ternoda akan angan-angan  yang melirih

sayang…
cukupkanlah rasaku sampai disini
karena kau juga takkan mungkin disisi
karena kau terlalu mewangi untuk mengisi relung hati

sayang…
biarkan alam yang mengerti
kau tak perlu detektif mengenal gerikku
kau tak perlu laut ombakkan rasamu
kau tak perlu tuli disaat makhluk alam ceritakan tentangku padamu

sayang…
kini harmoni cinta patungkan rasaku…

oleh: dp_anggi


Minggu, 22 Februari 2015

PURNAMA TANPA AKHIR CERITA

ilustrasi/kompasiana

Oleh Astrie Linda

Kuceritakan lagi tentang purnama..
Suatu hari..
Pernah kubayangkan perihnya melihat purnama tersenyum dan pergi menuju arah yang berlawanan
Tepat!
Dipermulaan bulan Dzulhijah
Purnama akan segera pergi
Dan kotak hitam yang mengapung itu akan terseret ombak kehidupan
Hingga ia hilang tanpa arah yang pasti
Tidak ada akhir cerita..

Terima kasih kuucap untuk yang kesekian kali
Atas kesetiaanmu menemani menghiasi mimpi
Sampai aku terbangun kembali dan menyadari
Bahwa banyak nikmat Tuhan patut disyukuri

Kuingatkan padamu, simpan rapat rahasia yang pernah kubisikkan dimalam itu..
Malam indah yang sinarmu begitu sempurna
Cerita kita tidak akan pernah berakhir, Purnama
Karena Purnama akan selalu ada pada setiap waktunya.


sumber: lokerpuisi

Jumat, 23 Januari 2015

Rindu yang Gerimis

ilustrasi/blogspot.com
Ya Allah yang kucinta…
.
Aku paham
Doa adalah bentuk rindu paling diam
Terus merindu meski airmata turun perlahan
Terus merindu meski hasrat sulit diredam
.
Ya Allah yang kucinta…
.
Inikah yang disebut rindu paling puitis?
Menghadirkan Engkau di antara doa-doa yang terlantun romantis?
Dzikir terasa manis
Dan kedua mata kian gerimis..
.
Ya Allah yang kucinta…
.
Bolehkah aku bertanya?
Siapa yang sedang menyebutku dalam doa?
Hingga ia kuat terjaga di sepertiga malam dan bermunajad penuh air mata
Yang membuat ia semakin dekat dengan Engkau dan Engkau pun mencintainya
.
Maka, Ya Allah yang kucinta…
Cintakanlah aku padanya…
.
Jagalah kemurnian hati ini
Jagalah kemurnian niat ini
Sebab niat yang mulia adalah hakikat cinta
Sebab tiada lain selain ridha-Mu yang kupinta, bersama ia—menuju jannah

Pondokan Ikhlas, 10 November 2014

Salam hangat dan semangat dari DP Anggi
sumber:kompasiana.com

Senin, 22 September 2014

Sebuah Puisi



Gurat - gurat kerinduan
malam berteduh dilentera bulan
bintang tiada
sepi membentangi cakrawala

tak ada lagi cerita,
tinggal lembaran putih yg tersisa
senja telah mengalah pada maya
mungkin angin telah membawa rindu berkelana

yang tinggal hanya sebuah puisi
tentang kehidupan yang abadi
tentang kerinduan yang terpatri
tentang penantian yang tak henti

tentang gurat senja dikaki laut
tentang lereng gunung yg bertaut

boleh jadi sebuah puisi
tentang edelweis yang mekar abadi
tentang dandelion
yang selalu setia mengikuti angin
dan menumbuhkan mekar tapak baru
sebagai dandelion-dandelion baru

ataupun hanya sebuah puisi ketiadaan
tak ada sepi tak ada sunyi
pekat gelap.
kerena semua ingin menang sendiri.


Langit Senja, 22/9/2014 22.22

Selasa, 09 September 2014

Murid Tahun Ini


Siapakah kita mengusung judul percobaan?
Pernahkah kita belajar, berhemat waktu dengan fikir,
mencoba menjadi lebih pintar, hingga patut untuk dicoba?

Ke gereja jarang-jarang, sholat bolong-bolong kayak muka abg,
berbagi, beramal, bercerita tentang kebesaran-Nya dan alam,
mungkin juga nyaris tidak pernah.

Jadi siapa kita hingga kita menyebut diri kita sedang dicoba?
Muridkah kita? Pantaskah kita?
Sepertinya guru manapun belum tentu mau mengangkat kita jadi muridnya,
jadi mari kita copot tuduhan percobaan itu,
dan berlaku baik sesederhana mungkin.

Karena alam semesta tak pernah meluputkan satu pun juga,
kita dan perbuatan kita selalu masuk dalam hitungannya.

nam myoho renge kyo, 4 September 2014

blog seorangsenja

Senin, 08 September 2014

Suatu Waktu dipurnama


Kau kunanti diujung hari nan binar
Saat senja mengalah pada malam
Apa engkau disana juga menunggunya
Atau sudah engkau lupakan semua tentang Purnama

Tentang malam di pertengahan Ramadhan disuatu tahun
Saat sebuah cita kusampaikan
Dan kuterima jawaban itu di Purnama
Ah...sudahlah.. 
Biar kutulis kembali ini pada angin
Agar dia masuk kerelung – relung jiwamu
Bahwa aku masih menunggu purnama
Menunggu janjimu hingga akhir masa

15 Dzulqaidah 1435 H / 8 September 2014

Minggu, 07 September 2014

nyanyian senja

Berlari di ujung hari
Menepi pada jingga 
Akhir pada awal malam
Berganti tanggal menambah waktu
Yg tersisa gelisah
Gundah dan lara menyatu dalam raga

adakah bulan yg akan menerangi malam..
adakah bintang yg menghiasi..
atau hanya ada gelap yg pekat..
Semoga esok bertemu lagi dengan pagi.


Langit senja

7/9/2014

Jumat, 05 September 2014

Surat Bulan

Surya..
Maukah kau bagi sepelemparan rahasia agungmu?
Saat kau membaur jingga bersama semburat senja..
Agar tak hanya kau yg tampak mempesona,,

orang-orang begitu mengagumimu,
dan aku hanya dapat mendengar jemu

karena tak pernah kita bertemu

oleh :
Greeny Azzahra

Sabtu, 27 Juli 2013

Aku dan Purnama

Biarkan aku selalu diperaduanmu
bersama gemintang yang tak pernah
lapuk setianya menemanimu

walau nanti jiwa ini usang, raga ini renta
takkan pudar semangatku untuk menantimu..
di bawah purnama

Langit Senja 23 juli 2013

Di Batas Hati

Disini dibatas Hati
Aku mengejamu
Tentang Cinta
Rasa dan Perasaan

Disini diberanda Jiwa
Masih aku mengejamu
dan juga tentang cinta
cita dan masa depan

biarlah sepiku berantakan
dipeluk sunyimu

walau kadang sepi itu begitu dinanti
menyenangkan, membosankan
kadangpun sepi itu begitu dirindukan

oleh,ku, belum tertanggal  juli 2013


Engkau Maha Besar

Ketika Aku dilereng Gunung
Aku lebih sadar bahwa  Engkau Maha Besar
Begitu Besar dari semua ciptaan Mu

Sungguh, Gunung - Gunung itu berbaris
bersaf diantara lereng berbahu yang
bersorbankan kabut dingin
bertasbih semua semesta seakan tak henti..
Melantunkan ayat - ayat kebesaran Mu

Lereng Burni   16 Juli 2013
oleh:ku

Sabtu, 20 Juli 2013

Penantian

Wahai engkau
Bila semua pergi
kuharap engkau setia
menantiku di ujung malam
menantiku dipeluk dingin

Kerena aku akan kembali
untuk menjemputmu
untuk mengajakmu bersama
membangun hari

kita buka kembali cerita yang ada
kita hidupkan khasanah jiwa
biarkan semua mata memaling
biarkan semua mulut mencibir
asal engkau tegar dan setia
itu saja yang kuharap

di posko Bener Meriah, 15 juli 2013 (awal pagi)

Sajadah Rindu

Ada malam membentangkan sajadah
dikaki burni telong
Angin kian semangat
membawa hawa dingin
menyusuri semua lereng burni

Dingin menusuk tulang
menghantui jiwa para relawan
usai gempa beberapa hari lalu
dingin itu menerawang
seakan mencari mangsa

Wahai pemilik semesta
lindungilah semua jiwa disini
berikan kesempatan kami
agar sajadah terus terbentang
di lereng - lereng burni

Demi Cinta Kami untuk Mu

( Lereng Burni telong, 15 juli 2013 dini hari)



Minggu, 07 Juli 2013

Untukmu Harap

Akankah kumenantimu..
karena semau tidak ada alasan,
Engkau hadirpun begitu tiba - tiba
namun kuakui sukmaku tergetar

hingga...
ku biarkan lenaku dipeluk mimpi
ku biarkan hatiku merajut sepi
ku biarkan rasaku memupuk asa
ku biarkan citaku menembus langit
ku biarkan ljiwaku terpenjara harap

mungkin..
bila alasan itu ada
kan kutunggu di ujung hidup.

(untukmu harapan)
Kamar sepi 3 Juli 2013

Jumat, 11 Mei 2012

Harapanku

Aku berlari menghitung jejakmu
di balik hujan dan debu...
Semua pergi menyusup ke awan
hanya ada mimpi menyepi di ujung langit
menyelinap di relung hati, tinggal fatamorgana
di rogga jiwa..

Lalu terbangun, sejenak sebelum fajar
Kupaksakan kantuk pergi
sambil mengingat mimpi
Tuhan..Engkau pemilik jiwa ku
aku adalah Makhluk MU yang selalu kaku dan bisu
saat nafsu menghimpitku,

Sejadah Terurai..
Usai Subuh..
hanya embun tersisa di rerumputan..
Tuhanku izinkan hari ini lebih baik untukku
dan terus meningkat kebaikan hingga akhir hidupku..

Arsip Blog

Somalia (1)

anak somalia sedang antri/ REUTERS Somalia.. jeritanmu telah lenyap oleh tandus dan gersang jiwa pengkhia...

Pages