Malam (1)

Usai Senja, pergantian hari pun dimulai pekat yang sunyi menemani boleh jadi, karena pada malam itu ada berjuta tafsir tergantung yang melaluinya (suasana hati). Tapi  malam itu memang dijadikan untuk beristirahat segenap jiwa dan raga, bermunajat segenap jiwa dan raga juga. sebait syair nasyid Izzatul Islam Lembayung

"malam pekat dan kelam awan mengunung hitam, 
menyelubungi pesona negeri indah rupawan"

Bagaimana kita merubah pekat itu menjadi cahaya, bagaimana kita merubah kelam itu jadi benderang..? apa harus tunggu mentari ?  iya.. tapi bagaimana kita mengukir malam itu agar cahaya hadir dalam jiwa, agar benderang hadir dalam menggapai harapan, tentunya dengan beristirahat agar semua tubuh segar dan matang menjalani esok hari, tentunya juga dengan munajat, minta cahaya padaNya,  mengemislah padaNya agar jiwa semakin terang, benderang dan malam itu akan tetap bercahaya walaupun pekat dan kelam(**)

Komentar

Postingan Populer