Seuntai Renung

Di letih hidup harap mengambang
Saat semua Masa hampir terlalui
Di Ujung jaman
Jasat meronta antara dua sisi
Gelap, terang hampir sama dibalut kebaikan
Saat kian dunia merenta.

Keberanian untuk menegur telah sirna,
hingga penguasa kian bejat
Sampai kepala lorongpun mematok jerih
Hanya untuk sebuah Paraf kartu Keluarga
Sepertiga malam sepi dengan riuh tepuk tangan penggemar bola
Sunyi terhenti pada sunyi
Sepi pada hati, Gelap Pada akal
Rasa Pada Perut ketika lapar hinggap
Canggung pada Agama.

Malu pun tersisa hanya karena digelar orang baik
Tidak lagi pada ketika baju tidur dipakai
Saat pergi kepasar bagi anak gadis
Apalagi pada tukang kurupsi
Tak ada dalam kamus jiwanya kata – kata Malu, mungkin.

Zul_acut

Komentar

Postingan Populer